Vokasi Nasional Batch Keempat Diluncurkan di Banten

BANTEN, GEGER BANTEN.COM – Pemerintah meluncurkan Program Vokasi Nasional Batch Keempat untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja dan menjawab kebutuhan industri yang terus berubah. Program ini ditargetkan menjangkau hingga 220 ribu peserta setiap tahun.
Peluncuran program yang berlangsung di Banten, Minggu (6/9/2026), turut didampingi Menteri Ketenagakerjaan, Gubernur Banten, Wali Kota, Bupati Serang, serta jajaran Direktorat Jenderal terkait.
Program Vokasi Nasional merupakan salah satu program strategis pemerintah atas arahan Presiden. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja melalui penguatan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri.
Dalam pemaparannya, pemerintah menyebut realisasi investasi telah mencapai lebih dari Rp1.001 triliun. Capaian tersebut tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Di sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat turun dari 4,68 persen menjadi 4,65 persen.
Pemerintah juga memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor akan terus meningkat hingga 2030. Salah satu sektor yang mengalami kebutuhan besar adalah bidang digital dengan kebutuhan talenta diperkirakan mencapai sekitar 456 ribu orang per tahun.
Sementara itu, jumlah pekerja formal meningkat dari 59,93 juta menjadi sekitar 60 juta orang pada periode Februari-Maret tahun ini.
Tekan Kesenjangan Kompetensi Tenaga Kerja
Pemerintah menilai program vokasi diperlukan untuk mengatasi kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.
Program tersebut tidak hanya menyasar pencari kerja baru, tetapi juga mendorong peningkatan kemampuan pekerja melalui retraining dan reskilling.
Langkah tersebut dinilai penting seiring perubahan teknologi dan pola kebutuhan industri yang semakin cepat.
“Supply dan demand-nya berbeda karena adanya revolusi industri, mulai dari industri 4.0, kemudian dengan digitalisasi sampai dengan yang terakhir terkait perkembangan artificial intelligence,” ujar sumber dalam pemaparannya.
Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), membuat kebutuhan kompetensi tenaga kerja terus mengalami perubahan.
Karena itu, Program Vokasi Nasional diharapkan menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mempercepat peningkatan keterampilan tenaga kerja sekaligus memperkecil kesenjangan antara kebutuhan industri dan ketersediaan sumber daya manusia.
Dengan target 220 ribu peserta per tahun, pelaksanaan vokasi nasional diharapkan dapat memperluas akses peningkatan kompetensi dan memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di tengah transformasi industri.