Andra Soni Ajak Al Khairiyah Perkuat Pendidikan di Banten

CILEGON, GEGER BANTEN.COM – Gubernur Banten Andra Soni mengajak Al Khairiyah memperkuat peran dalam pembangunan daerah, khususnya melalui sektor pendidikan. Ia juga mengapresiasi dedikasi organisasi tersebut dalam membina umat, mengembangkan lembaga pendidikan, serta meneruskan perjuangan pendirinya, K.H. Brigjen Syam’un.
Pesan itu disampaikan Andra Soni saat menghadiri Muktamar XI Al Khairiyah di Aula K.H. Brigjen Syam’un, Pusat Pendidikan Al Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (16/10/2026).
“Dalam pengembangan dunia pendidikan, Al Khairiyah memiliki sejarah besar melalui kontribusi pendirinya, K.H. Brigjen Syam’un, yang sangat peduli pada sektor pendidikan,” ujar Andra Soni.
Ia berharap Muktamar XI Al Khairiyah menghasilkan gagasan besar, program kerja yang sinergis, serta agenda pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, semangat tersebut sejalan dengan makna filosofis nama Al Khairiyah yang terinspirasi dari Qanathir Al Khairiyah, sebuah bendungan di anak Sungai Nil, Mesir.
“Al Khairiyah diharapkan dapat membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya melalui sektor pendidikan, mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga pendidikan tinggi,” tuturnya.
Pemprov Banten Perluas Akses Pendidikan
Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni memaparkan sejumlah upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Pada 2026, Pemprov Banten telah meresmikan tujuh unit sekolah baru yang terdiri atas dua SMA, empat SMK, dan satu Sekolah Khusus (SKh). Ketujuh sekolah tersebut memiliki daya tampung mencapai 1.356 peserta didik.
Selain pembangunan sekolah baru, Pemprov Banten juga menjalankan program sekolah gratis bagi siswa sekolah swasta.
Pada tahun ajaran 2025/2026, program tersebut telah menjangkau 801 SMA, SMK, dan SKh swasta dengan total 60.705 siswa penerima manfaat.
“Pada tahun ajaran 2026/2027, program sekolah gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta ini ditargetkan menjangkau 782 sekolah dengan 59.697 siswa penerima manfaat,” ungkapnya.
Pemprov Banten juga mengimplementasikan Program Sekolah Garuda. Saat ini, empat satuan pendidikan telah ditetapkan sebagai SMA unggul Garuda Transformasi.
Keempat sekolah tersebut adalah SMA Labschool Cirendeu dan SMA Swasta Kharisma Bangsa di Kota Tangerang Selatan, serta SMA Negeri CMBBS dan Madrasah Aliyah Swasta Ibad Ar Rahman di Kabupaten Pandeglang.
Sementara itu, Program Sekolah Rakyat telah diimplementasikan di tujuh sekolah yang tersebar di sejumlah wilayah Banten.
Sekolah tersebut meliputi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Kota Tangerang Selatan dan SRMA 34 Kabupaten Lebak, serta Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 36 Kabupaten Lebak, SRT 37 Kabupaten Serang, SRT 1 Kabupaten Pandeglang, serta SRT 7 dan SRT 8 di Tangerang.
Andra Soni berharap lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Al Khairiyah dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperluas akses belajar bagi masyarakat.
“Saya berharap seluruh lembaga pendidikan Al Khairiyah dapat menjadi mitra strategis Pemprov Banten dalam meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan, sekaligus meneruskan visi besar K.H. Brigjen Syam’un,” katanya.
Al Khairiyah Teguhkan Dakwah dan Pendidikan
Ketua Pengurus Besar (PB) Al Khairiyah, Ali Mujahidin, menjelaskan bahwa organisasi tersebut memiliki tiga landasan utama dalam menjalankan gerakan dakwah.
Ketiga landasan itu meliputi peneguhan akidah dan tauhid umat, pengembangan syariat, serta pembinaan akhlak untuk membangun peradaban.
“Ketiga landasan ini merupakan kunci dakwah Al Khairiyah yang terfokus pada pengembangan pondok pesantren dan dunia pendidikan,” jelas Ali.
Ia menjelaskan, K.H. Brigjen Syam’un mendirikan Pondok Pesantren Al Khairiyah di Citangkil pada 1916. Ketika kembali ke Makkah, pengelolaan Al Khairiyah sempat dititipkan kepada keluarga.
Pada 1925, K.H. Brigjen Syam’un kembali ke Tanah Air dan mengembangkan Al Khairiyah menjadi pondok pesantren serta madrasah semi-modern yang kala itu disebut sebagai satu-satunya di Indonesia.
Perkembangan organisasi berlanjut pada 1955 dengan memperkuat gerakan di bidang pendidikan dan dakwah. Hingga kini, Al Khairiyah telah menaungi lembaga pendidikan hingga tingkat universitas dan institut agama Islam untuk mencetak generasi penerus bangsa.
PB Al Khairiyah Beri Penghargaan kepada Andra Soni
Dalam rangkaian Muktamar XI, PB Al Khairiyah memberikan penghargaan kepada Gubernur Banten Andra Soni atas kebijakan yang dinilai berpihak kepada masyarakat.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap program sekolah gratis bagi sekolah swasta serta perhatian Pemerintah Provinsi Banten terhadap kesejahteraan guru mengaji.
Sejumlah tokoh turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Utusan Presiden Bidang Ketahanan Pangan Mardiono, perwakilan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Wali Kota Cilegon Robinsar, dan Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo.
Muktamar XI Al Khairiyah diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan program kerja yang mendukung pengembangan pendidikan, dakwah, dan pembangunan masyarakat di Provinsi Banten.